Artikel & Berita
"Mari Mengenal Apa itu Friday For Future"
Admin 2023-11-27 Jakarta, Indonesia

Indonesia Punya PLTS Terapung Terbesar Se-ASEAN. Bagaimana Manfaatnya untuk Energi dan Ekonomi Nasional?

Pada 9 November 2023 lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung Cirata. PLTS Cirata merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang terapung di permukaan Waduk Cirata, yang berlokasi  di tiga Kabupaten Jawa Barat, yakni Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat. PLTS Cirata terdiri dari 13 blok dengan panel surya yang berjumlah lebih dari 340.000 dan memiliki total kapasitas sebesar 192 megawatt peak (MWp).

Proyek PLTS Cirata merupakan kolaborasi antara PLN dengan Masdar, selaku perusahaan energi asal Uni Emirat Arab. Pada operasionalnya, PLTS Cirata akan dikelola oleh perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE). Perusahaan ini merupakan kolaborasi antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) yang memiliki saham sebesar 51% dan perusahaan Masdar, dengan kepemilikan saham sebesar 49%.

Manfaat PLTS Cirata untuk Energi di Indonesia

Kehadiran PLTS Cirata dinilai akan meningkatkan persentase bauran energi baru dan terbarukan (EBT) nasional. Indonesia memiliki target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025 dan hingga akhir tahun 2022, Indonesia sudah mencapai bauran EBT sebesar 14,11%. Dari target tersebut, PLTS Cirata mampu berkontribusi sebesar 0,2%. Hal ini disebabkan PLTS Cirata menyumbang kapasitas energi sebesar 145 megawatt (MW) atau setara 192 MWp dari target tahun 2025 sebesar 5.544 MW. Selain itu, PLTS Cirata juga berperan sebagai pemasok energi bersih untuk sistem kelistrikan khususnya di wilayah Jawa-Bali. PLTS Cirata dinilai mampu menyalurkan energi listrik ke 50.000 rumah tangga. 

Manfaat PLTS Cirata untuk Ekonomi Masyarakat Indonesia

Dalam proses konstruksi, PLTS Cirata juga memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia karena adanya persyaratan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang mengharuskan penyerapan komponen-komponen dari buatan atau campur tangan dalam negeri. PLTS Cirata sendiri memiliki persentase TKDN yang relatif tinggi. Menurut PT PLN, PLTS Cirata memiliki persentase sebesar 60%. Bahan-bahan untuk komponen floating, yakni komponen yang membuat panel surya dan komponen lainnya terapung di permukaan air, diproduksi dan dirakit di Indonesia. Pembangunan PLTS Cirata juga mampu memberikan lapangan pekerjaan untuk 1.400 pekerja sebagai tenaga lokal.

Hadirnya PLTS Cirata sebagai PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara tidak hanya bermanfaat terhadap bauran energi terbarukan nasional, tetapi juga bermanfaat bagi perekonomian nasional, khususnya masyarakat lokal. Kedepannya, proyek-proyek energi terbarukan juga memberikan andil yang besar terhadap bauran energi, ekonomi, serta lingkungan di Indonesia. Sehingga, teknologi ini menjadi teknologi yang berkelanjutan secara praktiknya.

 

Penulis: Dany Amelia