Artikel & Berita
"Mari Mengenal Apa itu Friday For Future"
Admin 2023-06-05 Jakarta, Indonesia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023: Kesiapan Indonesia dalam Mengakhiri Polusi Plastik 2024

Pertumbuhan populasi global yang semakin meningkat telah menyebabkan peningkatan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan dan tidak berkelanjutan, sehingga isu lingkungan hidup menjadi isu yang mendesak untuk ditangani. Pada tahun 2023 ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia berfokus pada masalah polusi plastik melalui kampanye #BeatPlasticPollution untuk mengingatkan negara, pelaku usaha atau bisnis, dan individu, agar segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah polusi plastik.

Saat pertemuan kelima Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Environment Assembly/UNEA) pada Maret 2022 lalu, sebanyak 175 negara anggota PBB telah menyetujui untuk meresmikan perjanjian internasional yang mengikat secara hukum dengan tujuan menghentikan atau setidaknya mengurangi 8% polusi plastik pada tahun 2024. Resolusi atau kesepakatan tersebut berjudul End Plastic Pollution: Towards an Internationally Legally Binding Instrument yang membahas siklus hidup plastik secara keseluruhan, mulai dari kepala sumur tempat minyak dan gas diekstraksi, produksi dan konsumsi, hingga limbah pasca-konsumen.

Lalu, bagaimana kesiapan Indonesia dalam mengakhiri polusi plastik pada 2024 mendatang?

Pertama-tama, mari kita simak terlebih dahulu masalah plastik di Indonesia dalam angka melalui gambar di atas. 

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa polusi plastik di negara ini cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, solusi yang efektif harus menggabungkan pendekatan hulu dan hilir secara bersama-sama. Solusi "hulu" melibatkan langkah-langkah pra-konsumen yang bertujuan untuk mengurangi produksi dan penggunaan plastik. Hal ini meliputi desain ulang produk dengan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan penggantian plastik dengan alternatif yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, solusi "hilir" berfokus pada langkah-langkah pasca-konsumen, seperti daur ulang dan pengelolaan limbah plastik yang efisien. Daur ulang plastik yang tepat dapat mengurangi kebutuhan akan produksi plastik baru, sementara pengelolaan limbah yang baik mencegah limbah plastik masuk ke lingkungan dan lautan.

Indonesia telah menyuarakan dukungannya secara penuh terhadap resolusi UNEA melalui adopsi instrumen hukum yang mengikat secara internasional. Dalam upaya mengatasi polusi plastik, Indonesia telah bergabung dengan sejumlah inisiatif global dan regional, serta bekerja sama dengan negara-negara lain dalam mengembangkan kerangka kerja global yang kuat untuk mengatasi polusi plastik. Pemerintah mengadvokasi adopsi peraturan yang lebih ketat, kolaborasi internasional, dan pertukaran informasi, untuk mempercepat pengurangan polusi plastik secara global. Melalui partisipasinya dalam perjanjian dan inisiatif ini, Indonesia berkomitmen untuk mencapai target pengurangan polusi plastik yang telah ditetapkan.

Pada tahun 2017 silam, Indonesia meluncurkan Rencana Aksi Nasional Sampah Laut, yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik laut hingga 70% pada tahun 2025. Rencana tersebut berfokus pada peningkatan sistem pengelolaan sampah, meningkatkan kesadaran publik, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu, komitmen Indonesia dalam mengurangi sampah plastik melalui kebijakan yang diberlakukan di beberapa daerah seperti larangan kantong plastik sekali pakai di 23 kota seperti Jakarta, Bali, Denpasar, dan sebagainya.

Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak lingkungan dari sampah plastik sangat penting untuk mencapai pengelolaan sampah yang berkelanjutan, terutama Indonesia adalah negara yang dikaruniai keindahan alam dan keragaman ekosistem, maka kebijakan yang inklusif terkait pengelolaan sampah plastik, keikutsertaan masyarakat, dan pendidikan, sangat penting untuk menciptakan budaya pengelolaan sampah. Dengan mempromosikan pendidikan lingkungan di sekolah dan masyarakat, Indonesia dapat membina generasi baru yang menghargai keberlanjutan dan berpartisipasi aktif dalam inisiatif pengelolaan sampah. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan, investasi, dan kolaborasi, sangat penting untuk meningkatkan solusi inovatif ini dan mencapai kesuksesan jangka panjang dalam #BeatPlasticPollution.

 

Penulis: Leonyta Anggun & Syhilla Nadia